DESNI ARLINDA MISSA: Membawa Baki Bendera, Membawa Harapan dari Lunu untuk Indonesia
Posmanu, 21 Agustus 2026 - Detik-detik perayaan Hari
Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tingkat Kecamatan Amanatun
Selatan di Oinlasi menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Desni Arlinda
Missa. Siswi kelas XII pada Kelas Jauh SMA Negeri Nunkolo, yang dipersiapkan
menjadi SMA Negeri Lunu, dipercaya menjalankan tugas sebagai Pembawa Baki
Bendera Merah Putih dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan.
Desni Arlinda Missa lahir di Posmanu, 12 Desember 2009.
Ia merupakan puteri ke-4 dari Bapak Lorens Missa dan Ibu Orance Manhitu
(almarhumah). Berasal dari lingkungan pendidikan yang masih terus berkembang,
Desni menjadi salah satu puteri daerah yang mendapatkan kesempatan untuk
menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, dan tanggung jawabnya dalam momentum
penting bagi masyarakat Amanatun Selatan.
Bagi Desni, dipercaya untuk membawa baki bendera bukan
sekedar menjalankan sebuah tugas dalam upacara. Tanggung jawab tersebut menjadi
pengalaman berharga yang akan selalu dikenangnya.
"Saya merasa sangat bangga, terharu, sekaligus
gugup ketika dipercaya menjadi pembawa baki bendera. Ini merupakan pengalaman
yang sangat berarti bagi saya. Saya menyadari bahwa membawa Bendera Merah Putih
adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar," ungkap Desni.
Menurutnya, sejak menerima kepercayaan tersebut, ia
berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin. Latihan yang berulang-ulang
mengajarkannya tentang kedisiplinan, ketelitian, kekompakan, serta keberanian
untuk tampil di hadapan masyarakat.
"Pada awalnya saya merasa takut melakukan
kesalahan. Tetapi melalui latihan dan dukungan dari para pembina serta
teman-teman, saya semakin percaya diri. Saya belajar bahwa setiap langkah harus
dilakukan dengan penuh konsentrasi dan tanggung jawab," tuturnya.
Saat prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung,
perasaan Desni bercampur antara haru, bangga, dan bahagia. Di hadapannya
berdiri para peserta upacara dan masyarakat Amanatun Selatan, sementara Merah
Putih menjadi simbol perjuangan para pahlawan dan persatuan seluruh bangsa
Indonesia.
"Ketika membawa baki bendera, saya merasa seperti
membawa sebuah amanah yang sangat besar. Saya teringat perjuangan para pahlawan
yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Saya juga teringat kepada
keluarga, terutama almarhumah mama saya. Saya ingin memberikan yang terbaik dan
membuat keluarga saya bangga," ungkapnya penuh haru.
Pengalaman tersebut juga menjadi pelajaran penting bagi
Desni dalam memandang masa depannya. Ia menyadari bahwa menjadi generasi muda
bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik, tetapi juga tentang membangun
karakter, disiplin, keberanian, dan rasa cinta terhadap bangsa dan daerah.
Sebagai siswi kelas XII Kelas Jauh SMA Negeri Nunkolo
yang sedang dipersiapkan menjadi SMA Negeri Lunu, Desni berharap kesempatan
pendidikan di daerahnya terus berkembang sehingga semakin banyak anak-anak muda
di Desa Nunleu, Fatulunu, Putun, Kualeu, Fenun, Kokoi dan Ayofanu dapat
menggapai cita-cita tanpa harus meninggalkan kampung halaman sendiri.
"Saya berharap sekolah kami semakin maju dan semakin
banyak anak-anak di daerah ini yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dan
meraih cita-cita. Saya juga ingin terus belajar, menjadi pribadi yang lebih
baik, dan suatu saat dapat membanggakan orang tua, sekolah, serta daerah
saya," katanya.
Bagi Desni, tugas sebagai Pembawa Baki Bendera pada
perayaan detik-detik Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Amanatun
Selatan tahun 2026 bukan hanya sebuah tugas seremonial. Itu adalah sebuah
pengalaman, kebanggaan, dan kenangan yang akan menjadi bagian penting dalam
perjalanan hidupnya.
Di usia mudanya, ia telah belajar bahwa sebuah
kehormatan selalu datang bersama tanggung jawab. Dan pada 17 Agustus 2026 di
Oinlasi, seorang puteri dari Nunleu berdiri membawa baki Bendera Merah Putih. Membawa
bukan hanya simbol kemerdekaan, tetapi juga harapan untuk masa depan generasi
muda Amanatun Selatan khususnya Calon SMA Negeri Lunu.




-100x100.jpg)
