MENINGKATKAN MOTIVASI DAN SEMANGAT KERJA GURU DI SMP NEGERI NUNUH POSMANU

Posmanu, 23 Januari 2025 – Kepala sekolah memiliki peran penting dalam membina guru agar tetap semangat bekerja dan tidak merasa tersinggung dalam menjalankan tugas. Pembinaan yang tepat dinilai mampu meningkatkan motivasi, kinerja, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis di lingkungan sekolah.

Kepala SMP Negeri Nunuh Posmanu, Jemrif Nome, S. Pd., M. Pd., Gr, menegaskan bahwa pembinaan guru harus dilakukan secara manusiawi dan profesional.

“Pembinaan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk membantu guru berkembang dan memperbaiki kinerja,” ujar Jemrif Nome dalam keterangannya.

Dalam menjalankan tugasnya, kepala sekolah berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa tugas utama kepala sekolah meliputi tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru serta tenaga kependidikan.

Pada aspek tugas manajerial, kepala sekolah bertanggung jawab menyusun perencanaan program sekolah, mengelola kurikulum dan proses pembelajaran, mengelola peserta didik, mengelola tenaga pendidik dan kependidikan, mengelola sarana dan prasarana, mengelola keuangan sekolah, serta mengelola hubungan sekolah dengan orang tua dan masyarakat. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan untuk menjamin penyelenggaraan pendidikan berjalan secara efektif dan efisien.

Pada aspek pengembangan kewirausahaan, kepala sekolah dituntut mampu menciptakan inovasi dalam pengelolaan sekolah, mengembangkan unit usaha sekolah, serta menumbuhkan budaya kerja kreatif, mandiri, disiplin, dan produktif di lingkungan sekolah. Pengembangan kewirausahaan ini diharapkan dapat mendukung pembiayaan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan sekolah.

Sementara itu, pada aspek tugas supervisi, kepala sekolah melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap guru dan tenaga kependidikan melalui supervisi akademik dan manajerial, penilaian kinerja guru, pembinaan kompetensi profesional, serta pemberian umpan balik secara berkelanjutan guna meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.

Menurut Dr. Ahmad Pratama, dosen Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, komunikasi menjadi kunci utama dalam proses pembinaan.

“Kepala sekolah harus menyampaikan arahan dan evaluasi dengan bahasa yang santun dan membangun. Kritik sebaiknya disertai solusi agar tidak menimbulkan rasa tersinggung,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Ibu Rina Wulandari, praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia bidang pendidikan. Ia menekankan pentingnya memahami karakter setiap guru.

“Setiap guru memiliki latar belakang dan kepribadian yang berbeda. Kepala sekolah perlu menyesuaikan pendekatan pembinaan agar pesan tersampaikan dengan baik,” jelasnya.

Selain komunikasi dan keteladanan, pemberian penghargaan juga menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan motivasi kerja guru. Penghargaan tidak selalu berbentuk materi, tetapi juga dapat berupa pengakuan dan apresiasi.

Beberapa jenis penghargaan yang dapat diberikan kepada guru antara lain Penghargaan Guru Teladan, piagam penghargaan, ucapan terima kasih resmi, kesempatan mengikuti pelatihan atau seminar, pemberian tugas kepercayaan, serta publikasi prestasi guru melalui media sekolah.

Namun demikian, dalam pembinaan juga diperlukan pemberian sanksi yang tepat dan mendidik apabila guru melakukan kesalahan. Sanksi diberikan bukan untuk menghukum semata, tetapi sebagai sarana pembinaan.

Contoh sanksi yang dapat diterapkan di sekolah antara lain teguran lisan, teguran tertulis, pembinaan khusus atau konseling, pengurangan tugas tambahan, serta peringatan resmi sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.

Menurut Jemrif Nome, sanksi harus diberikan secara adil dan proporsional.

“Sanksi harus bersifat mendidik, disampaikan dengan cara yang baik, dan disertai pembinaan agar guru dapat memperbaiki diri,” tegasnya.

Dengan pembinaan yang mengedepankan komunikasi yang baik, empati, keteladanan, pelaksanaan tugas sesuai peraturan, pemberian penghargaan, serta sanksi yang tepat, kepala sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan memotivasi guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

 Penulis Jemrif Nome, S. Pd., M. Pd, Gr

(Kepala SMP Negeri Nunuh Posmanu)